Kaum Urbanis

Bersama mereka ku datangPerempuan penjual kembangAnak ganas dan pasandaMenuju negeri yang penuh dengan peraturanSedang keadaan tak pernah menjadi mapanBukalah pintu dan jendelaDengarkanlah nyanyian kami

Katakan Kita Rasakan

Sisakan senyumSisihkan tawaKetika tangis terdengarCakar telinga kitaHangatkan suryaDidarah iniRelakan untuk merekaAgar air mata pergiSatukan kata dan rasaBersama singkirkan deritaBiarkan langkah berartiDisekejap hidup iniKatakan cintaRasakan dukaKatakan pasti kita...

KaSaCiMa

Yang aku mau kau tungguJanganlah terburu nafsuPasti kudatangi kamuTak mungkin kau ku kibuliKasihku kasih terkasihSayangku sayang tersayangCintaku cinta tercintaManisku manis termanisRinduku setengah matiKalbuku menggebu-gebuMari sini dekat padakuKucium kau berulang...

Karena Kau Bunda Kami

Kami berdiri disini mencoba menjaga hidup muBukan hanya sekedar mencintaiBukan sekedar melindungi, karena kau bunda kamiKami minum air susu mu, dihidupi tanah muDimandikan oleh air muKami berdoa, karena kau bunda kamiLihatlah fajar pagi telah menyingsingDengarkan doa...

Bang Bang Tut

Anjing menggonggongKafilah tetap berlaluAda yang ngoceh kosongAku terus melajuAda udang dibalik,,balik batuBikin hati senangPadahal dia ada mau# reff*:Bang bang tut akar kulang kalingSiapa yang kentut ditembak raja malingMusuh dalam s’limut, sama juga...