Yang menangis di ketiakkuEngkaukah itu perempuanku?Diamlah diamlahBerhentilah berhentilahSebentarYang tertawa di nganga lukaEngkaukah itu betinaku?Puaskah hatimu?Teruslah tertawaHingar
Malam malam terjebak didalam keraguanMana utara mana selatan?Melihat ketegangan melihat kegelapanMelihat banyak pertanyaanApa? Siapa? Mengapa? Orang orang bingungApa? Siapa? Mengapa? Jangan bingung bingungBiar saja suka sukaJangan hiraukan mereka biar sajaBiar saja...
Susah…susah mudah kau kudekatiKucari…engkau lari kudiam kau hampiriJinak burung dara justru itu kusukaBila engkau tertawa hilang semua dukaGampang naik darah…omong tak mau kalahKalau datang senang…nona cukup ramahBila engkau...
Kupikir kau sudahMelupakan akuTernyata hatimuMasih membara untukkuWaktu kan berlaluTapi tidak cintakuIa mau menungguUntukmu untukmuAku milikmu malam iniKan memelukmu sampai pagiTapi nanti bila ku pergiTunggu aku disini
Mengantuk perempuan setengah bayaDi bak terbuka mobil sayuranJam tiga pagi itu tangannya terangkatSaat sorot lampu mobilku menyilaukan matanyaAku ingat ibuku, aku ingat istri dan anak perempuankuSeparo jalan menuju rumah saat lampu menyala merahDi depan terminal bis...