Oh ayah maafkan segala resahku iniBukan ku mencoba…melawan inginmuNamun semua ini juga menyiksakuTentang beda antara kau dan aku…Ku ingin kau megerti inilah jalan hidupkuDan kuharapkan selalu doa tulus darimuJangan kau biarkan luka ini semakin dalamSemua...
Hening malam ku duduk sendiriAku biarkan anganku melayangTerlintas bayangan wajahmuMenatap padaku kau nyatakan ituKu coba hadirkan dirimuDi hadapanku tuk temani akuLewatkan malam dingin dan sepiHarum bunga cinta taburi kita berduaUuh… Dan kau tersenyumHampiri...
Terdengar jerit tangisan bayiDipuing reruntuhan sunyiKau cari tempat ’tuk sembunyiHindari peluru menari(*)Saat angkara murka angkat sumpahnya yeah…Jangan bunuh lirih pintamuDi koran,TV dan radioSemuanya tentang tragediTak ada lagi sapa...
Jaman semakin larutKasih-Mu tak terbatas waktuBelai-Mu…merasuk kalbuTerang-Mu…menggugah rinduJalan yang panjang iniTak surut aku menitiPelita…Kau beri dihatiMenuju rumah-Mu suciReff:Dan ku panggil hanya nama-MuTuhanku…tuntun...
Bingung jangan bingung…lihat kenyataanBanyak memang banyak…tukang jilat pantat# Yang terjadi haruslah ada solusiResah jangan resah…tetaplah melangkahBerat memang berat…ada tukang keratback to #* Yakinlah semua jalan pasti ada terangBisikan...
E ADiatas kembara ini kuresapi semua langkah hatiE ATinggalkan jejak buram menuju pintu yang abadiE ADi kiri kanan sepanjang jalan sunyi iniF# A BKelebat bayang-bayang, jeritkan suara-suara kepahitanE ALangit yang hitam mungkin itu petunjuk yang suramE ACoba tuk...